Hibridisasi
Hibridisasi
adalah suatu proses penggabungan orbital sehingga membentuk orbital hybrid
dengan tingkat energy yang sama. Orbital hibrida adalah beberapa orbital (dalam
suatu atom) yang tingkat energinya berbeda bergabung membentuk orbital baru
dengan tingkat energy yang sama guna membentuk ikatan kovalen.jumlah orbital
hibrida(hasil hibridisasi) sama dengan jumlah orbital yang terlibat pada
hibridisasi tersebut.
Berikut bebrbagai macam hibridisasi:
|
Orbital asal
|
Orbital
hibrida
|
Bentuk
orbital hibrida
|
|
S,p
|
Sp
|
Linear
|
|
S,p,p
|
Sp2
|
Segitiga sama sisi
|
|
S,p,p,p
|
Sp3
|
Tetrahedral
|
|
S,p,p,p,d
|
Sp3d
|
Bipiramida trigonal
|
|
S,p,p,p,d,d
|
Sp3d2
|
oktahedral
|
Aturan hibridisasi
1. Orbital
yang bergabung harus mempunyai tingkat energy yang sama atau hampir sama.
2. Orbital
hybrid yang terbentuk sama banyaknya dengan orbital yang bergabung.
3. Dalam
hibridisasi yang bergabung adalah orbital bukan electron.
Proses pembentukan hibridisasi
Pembentukan orbital yang melalui proses hibridisasi
adalah sebagai berikut :
ü Salah
satu electron yang berpasangan berpromosi ke orbital yang lebih tinggi tingkat
energynya sehingga jumlah electron sama dengan jumlah ikatan yang terbentuk.
Atom
yang demikian disebut dalam keadaan terekstasi.
ü Penggabungan
orbital mengakibatkan kerapatan electron lebih besar didaerah orbital hybrid .
ü Terjadi
tumpang tindih orbital hybrid dengan orbital atom lain sehingga membentuk
ikatan kovalen atau kovalen koordinasi.
Contoh
: Molekul CH4
6C : 1 s2
2s2 2p2
Atom C harus menyediakan 4
orbital dengan e tunggal, karena akan
mengikat 4 atom H
6C 1 s2
2s1 2p3
![]() |
| Hibridisasinya sp3 |
Senyawa
aromatik
Sifat-
sifat senyawa
aromatik
- Senyawa siklik yang mengandung ikatan rangkap
- berselang seling
- Bersifat non polar
- Banyak digunakan sebagai pelarut.
Kriteria senyawa bersifat aromatik:
·
Mempunyai
struktur siklik dan tiap atom dalam sistem cincin harus mempunyai orbital p
yang tersedia untuk pengikatan (memiliki ikatan rangkap berselang-seling)
·
Sistem
cincin harus datar(planar)
·
Harus
terdapat(4n+2) elektronpi dalam sistem cincin itu (aturanHuckel), n
bilanganbulat(0,1,2 dst)
|
|
|
|
|
|
|
Alkena CnH2n
C6H12 (Hidrokarbon Tak Jenuh)
|
|
|
|
Alkuna CnH2n-2 C6H10
|
|
Benzena - C6H6 HidrokarbonTakJenuh(terdapatikatanrangkap)
|
|
|
Model Orbital untuk Benzena
Benzena menurut teori orbital :
·
Semua atom berada
pada bidang datar
·
Semua atom C
memiliki orbital hibrida sp2 (sebanyak tiga)
·
orbital sp2 dari
tiap C overlap dg orbital sp2dari dua C berdekatan membentuk ikatan σ(sp2-sp2)
dan 1 orbital sp2dari tiap C overlap dg orbital 1s dari atom H membentuk ikatan
σ(sp2-1s)
·
Tiap C memiliki
orbital p terisi 1 elektron yang terletak ⊥terhadap bidang datar tsb.
Struktur Benzena
ü Struktur benzene
pertama kali
diusulkan
oleh August Kekulé pada tahun 1865. Struktur tersebut menggambarkan bahwa struktur
benzena tersusun 3 ikatan rangkap di dalam cincin
6 anggota.
ü Ketiga ikatan
rangkap tersebut
dapat
bergeser dan kembali
dengan
cepat sedemikian
sehingga
2 bentuk yang mungkin
tersebut
tidak dapat dipisahkan.
Tabel Efek
substituen pertama terhadap substitusi kedua
Pengarah Orto :
Gugus
alkil dan gugus yang mempunyai atom dg pasangan elektron bebas terletak
berdampingan dg cincin benzene
Pengarah Meta :
Gugus
yang mempunyai atom pengemban muatan parsial + terletak berdampingan dg cincin
benzena



swlamat malam, saya annisa puspa zulida-a1c115038 ingin memohon untuk dijelaskan kembali mengenai hibridisasi sp, karena materi yang dipost menurut saya kurangg jelas
BalasHapusSelamat sore santa,saya ingin menambahkan materi tentang pengarah orto dan pengarah meta karena materi tentang itu kurang banyak pada artikel diatas.
BalasHapusa. Gugus Pengarah Orto, Para (Aktivator)
Gugus pada cincin akan mengarahkan substituen yang baru masuk pada posisi orto, para atau meta sesuai dengan gugus mulanya. Gugus mula tersebut yang disebut sebagai penentu orientasi. Gugus yang merupakan activator kuat adalah gugus pengarah orto, para (adisi elektrofilik mengambil tempat pada posisi orto dan para bergantung pada activator). Orientasi ini terutama disebabkan oleh kemampuan substituen pengaktif kuat untuk melepaskan elektron (gugus amino dan gugus hidoksil merupakan gugus activator yang baik).
Pada reaksi nitrasi pada toluena, dapat dilihat bahwa ion nitronium dapat mneyerang karbon cincin yang yang posisinya orto, meta, atau para terhadap gugus meta. Pada salah satu dari ketiga penyumbang resonansi pada ion benzenonium antar (intermediet) untuk substitusi orto atau para, muatan positif berada pada karbon pembawa metil. Penyumbang resonansi itu ialah karbokation tersier dan lebih stabil daripada penyumbang lainnya, yang merupakan karbokation sekunder. Sebaliknya, dengan serangan meta, semua penyumbang adalah karbokation sekunder, muatan positif pada ion benzenonium intermediet tidak pernah bersebelahan substituen metil. Dengan demikian, gugus metal ialah pengarah orto, para, karena reaksi ini dapat berlangsung melalui karbokation intermediet yang paling stabil. Sama halnya, semua gugus alkil adalah orto, para.
Pada gugus –F, -OH, dan -NH2 memiliki pasangan elektron bebas, pasangan elektron bebas inilah yang dapat menstabilkan muatan positif di sebelahnya . Baik dalam serangan orto atau para, salah satu penyumbang pada ion benzenonium intermediet menempatkan muatan positif pada karbon hidroksil. Pergeseran pasangan elektron bebas dari oksigen ke karbon positif menyebabkan muatan positif terdelokalisasi lebih jauh, yaitu ke oksigen. Tidak mungkin ada struktur seperti ini pada serangan meta. Dengan demikian hidroksil adalah pengarah orto, para. pada turunan senyawa aromatik yang lain seperti pada anilina
b. Gugus Pengarah Meta
Suatu pengarah meta mempunyai atom bermuatan positif atau sebagian positif yang terikat pada cincin benzena. Dalam reaksi nitrobenzena, gugus nitronya tidak menambah kesetabilan intermedietnya. Malahan intermediet substitusi orto, atau para dan keadaan transisinya kurang stabil (karena energy yang tinggi), karena sebuah struktur resonansi mengandung muatan positif pada atom berdekatan. Oleh karena itu, substitusi terjadi lebih banyak pada tempat meta, sebab keadaan transisi dan intermediatnya pada tempat yang berdekatan mengandung muatan positif.
Salah satu penyumbang pada hybrid resonansi intermediet untuk substitusi orto atau para memiliki dua macam positif yang bersebelahan, yaitu susunan yang sangat tidak diinginkan, sebab muatan yang sama saling tolak-menolak. Tidak ada intermediet seperti ini pada meta, karena alasan inilah substitusi meta lebih disukai. Setiap gugus pengarah meta dihubungkan ke cincin aromatik oleh suatu atom yang merupakan bagian dari ikatan rangkap atau ikatan rangkap tiga, dengan ujung lainnya ialah atom yan lebih elektronegatif daripada karbon seperti atom oksigen dan nitrogen. Dalam hal ini, atom yang langsung melekat pada cincin benzena akan membawa muatan positif parsial seperti nitrogen pada gugus nitro.
Semua gugus yang serupa itu akan menjadi pengarah meta karena alasan yang sama seperti gugus nitro yang bersifat meta, untuk menghindari adanya dua muatan positif yang bersebelahan dalam ion benzenonium intermedietnya. Dapat disimpulkan semua gugus dengan atom yang langsung melekat pada cincin aromatik bermuatan positif atau merupakan bagian dari ikatan majemuk dengan unsure yang lebih elektronegatif ialah pengarah meta.
HIBRIDISASI SP
BalasHapusDalam hibridisasi sp, orbital 2s digabung dengan salah satu orbital 2p (misalnya 2px) untuk
memberikan energi dua orbital hibrida sp yang sama. Hal ini membuat dua orbital 2p terpengaruh (2py dan 2pz) dengan energi sedikit lebih tinggi dari orbital hibridisasi
untuk saudari ananisa puspa saya memberikan link gambar mengenai contoh hibridisasi sp . semoga dapat dipahami. https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj6sPf4ufPQAhUHpY8KHT3mDWQQjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fwww.slideshare.net%2FJustinusDipoNugroho%2Fbentuk-molekul-gaya-antarmolekul&psig=AFQjCNFBLxzEs7LIZFDlmWV49vXqJnqAtA&ust=1481796887256184
BalasHapusterima kasih atas penambahan materi oleh saudari nur hasanah mengenai pengarah orto,para dan meta.
BalasHapusselamat malam, saya maya ekanawati
BalasHapussaya ingin bertanya, sebutkan dan jelaskan satu contoh pelatur benzene besera kegunaanya
terimakasih
selamat malam juga maya, saya akan mencoba menjawab pertanyaan mengenai pelarut benzene.Toluena
BalasHapusToluena digunakan sebagai pelarut dan sebagai bahan dasar untuk membuat TNT (trinitotoluena), senyawa yang digunakan sebagai bahan peledak (dinamit).
Ok terimakasih atas jawabannya Santa
BalasHapusIzin bertanya.. Bagaimana hibridisasi orbital senyawa hidrokarbon siklik C6H12.. Ikatan C-C apakah sp atau sp3? Rantai siklik bentuknya tidak linier lagi, mohon penjelasan terimakasih
BalasHapus