Pengertian atom,unsur,molekul dan senyawa
Atom adalah satuan terkecil penyusun suatu unsur yang
memiliki sifat yang sama dari unsur tersebut yang terdiri atas inti,
yang biasanya mengandung proton (+) dan neutron (netral), dan kulit yang berisi
muatan negatif yaitu elektron.
Unsur adalah sekelompok atom yang memiliki jumlah proton yang sama
pada intinya. Jumlah ini disebut sebagai nomor atom unsur.
Molekul adalah Gabungan dari beberapa atom unsur, bisa dua atau lebih.
Senyawa adalah zat
tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait. Senyawa
dibentuk dari minimal 2 unsur yang berbeda .
“setiap senyawa
adalah molekul namun setiap molekul belum tentu senyawa. Senyawa adalah
gabungan minimal 2 atom berbeda, sedangkan molekul gabungan minimal 2 atom bisa
sama bisa juga berbeda.”
Afinitas elektron
Afinitas elektron adalah energi yang menyertai proses penambahan 1elektron pada satu atom netral dalam wujud gas, sehingga terbentuk ion bermuatan –1. Afinitas elektron juga dinyatakan dalam kJ mol–1. Unsur yang memiliki afinitas elektron bertanda negatif, berarti mempunyai kecenderungan lebih besar dalam menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negatif nilai afinitas elektron, maka makin besar kecenderungan unsur tersebut dalam menyerap elektron (kecenderungan membentuk ion negatif). Dari sifat ini dapat disimpulkan bahwa:
Afinitas elektron adalah energi yang menyertai proses penambahan 1elektron pada satu atom netral dalam wujud gas, sehingga terbentuk ion bermuatan –1. Afinitas elektron juga dinyatakan dalam kJ mol–1. Unsur yang memiliki afinitas elektron bertanda negatif, berarti mempunyai kecenderungan lebih besar dalam menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negatif nilai afinitas elektron, maka makin besar kecenderungan unsur tersebut dalam menyerap elektron (kecenderungan membentuk ion negatif). Dari sifat ini dapat disimpulkan bahwa:
1) Dalam satu golongan, afinitas
elektron cenderung berkurang dari atas ke bawah.
2) Dalam satu periode, afinitas elektron cenderung bertambah dari kiri ke kanan.
3) Kecuali unsur alkali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen.
2) Dalam satu periode, afinitas elektron cenderung bertambah dari kiri ke kanan.
3) Kecuali unsur alkali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapushttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRtZVGqpWdsgbRbqjiSK0OHLzemNUVwu29jMF2zXTJYZqTQX2r0
BalasHapusSelamat malam santa,
BalasHapussaya ingin bertanya pada artikel anda diatas menyatakan bahwa Makin negatif nilai afinitas elektron, maka makin besar kecenderungan unsur tersebut dalam menyerap elektron (kecenderungan membentuk ion negatif) mengapa demikian? mohon dijelaskan
terimakasih
terima kasih atas pertanyaan nya , saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari henisa : Afinitas elektron ialah energi yang dibebaskan atau yang diserap apabila suatu atom menerima elektron.
HapusJika ion negatif yeng terbentuk bersifat stabil, maka proses penyerapan elektron itu disertai pelepasan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negative. Akan tetapi jika ion negative yang terbentuk tidak stabil, maka proses penyerapan elektron akan membutuhkan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif. Jadi, unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif mempunyai kecenderungan lebih besar menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negative nilai afinitas elektron berarti makin besar kecenderungan menyerap elktron.
selamat malam, saya annisa puspa zulida-a1c115038 ingin bertanya. sebutkan contoh dr poliatom
BalasHapusterimakasih atas pertanyaan nya. Contoh untuk molekul poliatomik adalah Sulfat (SO42-),Hidrogen Fosfat (HPO42-)
BalasHapusSulfit (SO32-).