Tugas Terstruktrur
- Menurut Louis de Broglie, bahwa electron mempunyai sifat gelombang sekaligus juga partikel. Jelaskan keterkaitannya dengan teori mekanika kuantum dan teori orbital molekul.
Jawaban :
Louis de
Broglie mengatakan bahwa bila gelombang cahaya dapat berperilaku seperti aliran
partikel maka mungkin partikel seperti electron dapat memiliki sifat gelombang.
Menurut de Broglie, sebuah electron yang terikat pada inti berperilaku seperti
gelombang berdiri. Gelombang berdiri dapat dihasilkan dengan memetik misalnya
senar gitar. Gelombang disebut berdiri atau stasioner, sebab gelombang ini
tidak berjalan disepanjang senar. Beberapa titik pada senar disebut simpul
(node),tidak bergerak sama sekali ; berarti amplitudo gelombang di titik-titik
tersebut adalah nol.terdapat satu simpul disetiap ujung dan mungkin
terdapat simpul-simpul diujung-ujungnya.semakin besar frekuensi getaran,
semakin pendek panjang gelombang dari gelombang berdiri itu dan semakin banyak
jumlah simpulnya.
De
Broglie beragumen, bila electron berperilaku seperti gelombang berdiri dalam
aom hydrogen, panjang dari gelombangnya harus benar-benar sesuai dengan
keliling orbit. Jika tidak , gelombang itu secaea sebagian akan meniadakan
dirinya sendiri pada setiap orbit yang berurutan ; akhirnya amplitudonya akan
berkurang menjadi nol,dan gelombang itu akan hilang.
Hubungan antara keliling orbit yang
diizinkan (2πr) dan panjang gelombang (λ) electron diberi rumus :
2πr
=n λ
Dengan keterangan sebagai berikut :
r= jari-jari orbitnya
λ= panjang gelombang
electron
n= 1,2,3….karena n
adalah bilangan bulat
Penjelasan de Broglie
memberikan kesimpulan bahwa gelombang dapat berperilaku seperti partikel dan
partikel dapat menunjukkan sifat gelombang.de Broglie menyimpulkan bahwa sifat
partikel dan sifat gelombang dihubungkan oleh persamaan berikut :
Persamaan tersebut mengimplikasikan
bahwa partikel yang bergerak dapat diperlakukan sebagai gelombang dan gelombang
dapat menunjukkan sifat partikel.
Namun ,ada masalah lain yang muncul
akibat penemuan bahwa electron adalah seperti gelombang. Bagaimana posisi
gelombang dapat ditentukan? Kita tidak dapat menentukan posisi gelombang secara
tepat karena gelombang menyebar didalam ruang. Masalah tersebut mulai dapat
dijelaskan oleh Fisikawan jerman Werner
Heisenberg dengan merumuskan prinsip
yang sering disebut dengan “prinsip ketidakpastian Heisenberg “ yang berisi
tentang : “ tidak mungkin untuk
mengetahui secara serentak momentum dan posisi partikel dengan pasti”.
Dengan menerapkan prinsip ini kita dapat mengerti bahwa tidak mungkin dapat
mengetahui dengan tepat posisi dan momentum electron secara bersamaan.
teori bohr telah memberikan sumbangan
yang sangat penting tentang atom. Namun , teorinya tidak menyediakan deskripsi
yang lengkap perilaku electron dalam atom. Pada tahun 1926, fisikawan Austria
Erwin schrodinger merumuskan sebuah persamaan
yang melibatkan perilaku partikel yang diungkapkan dalam massa, maupun
perilaku gelombang yang diungkapkan dalam fungsi gelombang Ψ(psi),yang bergantung pada lokasinya didalam
ruang sistem(semacam electron dalam atom).
Persamaan schrodinger ini memperkenalkan bahasan
baru yakni mekanika kuantum. Persamaan tersebut jika
diselesaikan untuk atom hydrogen dapat menentukan tingkat energy yang mungkin
ditempati electron dan mengidentifikasi fungsi-fungsi
gelombang yang berkaitan. walaupun mekanika
kuantum menyatakan bahwa kita tidak dapat menunjuk posisi electron dalam
atom,mekanika kuantum mendefinisikan daerah dimana electron mungkin ditemukan
pada waktu tertentu. Konsep kerapatan electron memberikan peluang
electron akan ditemukan pada daerah tertentu dalam atom. Kuadrat fungsi
gelombang mendefinisikan distribusi kerapatan electron diruang sekitar inti.
Daerah dengan kerapatan electron tinggi menyatakan daerah yang berpeluang
tinggi untuk ditempati electron , sedangkan kebalikan nya berlaku untuk daerah
dengan kerapatan electron rendah.
Dari persamaan Schrodinger ini dihasilkan empat bilangan
kuantum, yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (ℓ),
dan bilangan kuantum magnetic (m) dan bilangan kuantum spin (s). Keempat bilangan kuantum ini merupakan bilangan bulat
sederhana yang menunjukkan peluang adanya elektron di sekeliling inti atom. Penyelesaian
persamaan Schrodinger menghasilkan empat bilangan kuantum.
- Bila absorpsi sinar UV oleh ikatan rangkap menghasilkan promosi electron ke orbital yang berenergi lebih tinggi . transisi electron manakah yang memerlukan energy terkecil bila sikloheksena berpindah ke tingkat tereksitasi ?
Jawaban :
Panjang gelombang cahaya uv dan cahaya nampak jauh lebih
pendek daripada panjang gelombang radiasi inframerah. Satuan yang akan
digunakan adalah nanometer (1 nm = 10-7 cm). Kuantitas energi yang
diserap oleh suatu senyawaan berbanding terbalik dengan panjang gelombang
radiasi:
Adsorpsi cahaya ultraviolet atau cahaya nampak mengakibatkan transisi elektronik, promosi
elektron-elektron dari orbital keadaan dasar, berenergi rendah ke orbital
keadaan tereksitasi berenergi lebih tinggi. Energi yang terserap selanjutnya
terbuang sebagai kalor, sebagai cahaya tau tersalurkan dalam reaksi kimia.
Panjang gelombang cahaya uv atau cahaya nampak bergantung pada mudahnya
promosi elektron. Molekul-molekul yang membutuhkan lebih banyak energi untuk
promosi elektron akan menyerap pada panjang gelombang yang lebih pendek.
Molekul yang memerlukan energi lebih sedikit akan menyerap pada panjang
gelombang yang lebih panjang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar